728x90 AdSpace

Latest News
Minggu, 10 April 2016

Subhanallah, inilah kisah mengharukan seorang muadzin pertama sahabat setia Rasulullah SAW

Aku cinta Rasulullah

Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh

Inilah salah satu kisah yang mengharukan dimasa rasulullah saw. Ini adalah kisah seorang muadzin yang bernama Bilal. Bilal bin rabah adalah seorang mantan budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar. Bilal masuk Islam saat ia masih maenjadi budak. Ia pernah mendapatkan siksa dari majikannya agar ia mau keluar dari agama Islam. Saat ia sudah merdeka atau tidak menjadi budak lagi, Bilal menjadi sahabat setia Rasulullah saw.

Saat pertama kali hukum syariat adzan diperintahkan oleh Allah swt. Maka Rasulullah langsung menunjuk Bilal sebagai muadzin. Alasan beliau memilih bilal dikarenakan bilal mempunyai suara yang merdu dan dalam sebuah hadist diceritakan bahwa rasulullah mendengar suara terompah bilal di surga.

Peristiwa wafatnya Rasulullah saw membuat Bilal dilanda kesedihan yang amat dalam. Khalifa Abu Bakar pernah meminta Bilal untuk menjadi muadzin tetapi ia menolak dengan alasan bahwa ia hanya muadzin Rasulullah saw, setelah rasulullah wafat maka ia bukan muadzin siapa-siapa lagi.

Sepeninggalan Rasulullah, Bilal meninggalkan Madinah dan mengikuti pasukan fath islamy menuju Syam dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Setelah tinggal di Syria, Bilal tidak pernah mengunjungi Madinah lagi. Lalu disuatu malam, Rasulullah saw hadir dalam mimpi Bilal dan menegurnya. “hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?” tegur beliau.

Dengan kejadian itu, Bilal segera bersiap diri untuk pergi ke madinah guna berziarah ke makam Rasulullah saw. Setelah sampai di makam beliau, Bilal tidak mampu menahan rundu dan kesedihannya pada Rasulullah saw. lalu datang cucu Rasulullah yaitu Hasan dan Husein. Dengan mata yang dipenuhi air mata, Bilal memeluk kedua cucu rasulullah tersebut.

Salah satu cucu Rasulullah tersebut berkata “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami". Umar bin Khatab yang saat itu menjadi khalifah juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan walau hanya satu kali itu saja. Dengan perasaan berat Bilal menerima permintaan tersebut. Saat waktu shalat tiba, Bilal naik ketempat yang biasa ia tempati saat mengumandangkan adzan dimasa Rasulullah saw.

Mulailah Bilal mengumandangkan adzan. Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktivitas berhenti, semuanya terkejut. Suara yang bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan kepada sosok nabi terakhir, suara yang dirindukan akhirnya telah kembali.

Ketika Bilal mengumandangkan Asyhadualla ila haillallah, maka seluruh masyarakat yang ada di kota madinah berlarian kearah suara itu datang sambil berteriak, bahkan gadis yang dalam pingitanpun keluar menuju suara itu dikumandangkan.

Dan saat Bilal mengumandangkan Asyhaduanna muhammadarrasulullah, sontak Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin khatab adalah orang yang paling keras tangisannya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Hari itu madinah dipenuhi tangisan mengenang masa-masa Rasulullah diantara mereka. Hari itu juga menjadi awal dan akhir Bilal mengumandangkan adzan semenjak Rasulullah wafat. Adzan itu tidak dapat diteruskan oleh Bilal karena tak sanggup menahan kesedihan.

Subhanallah, sungguh besar cinta Bilal kepada rasulullah saw. Mudah-mudahan kita juga bisa memiliki rasa cinta yang begitu besar kepada junjungan kita yaitu Nabi Muhammad Rasulullahishalallah ‘alaihi wassalam. Amin
Sekian dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalmu’alikum warahmatullahi wabarakatuh




  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Subhanallah, inilah kisah mengharukan seorang muadzin pertama sahabat setia Rasulullah SAW Rating: 5 Reviewed By: Shirohige 54

Business

" });